Pengurus MUI Kecamatan se Kota Medan Dikukuhkan

PENGURUS MUI KECAMATAN SE KOTA MEDAN DIKUKUHKAN

1 tahun 11 bulan 2 minggu 6 hari 23 jam 6 menit yang lalu 06 Feb 2020 Berita 980
Ket Gambar : Ketum MUI Kota Medan Prof Dr Mohd Hatta bersama seluruh pengurus kecamatan se Kota Medan yang baru dikukuhkan di Aula Kantor MUI Medan, Rabu (18/12). Waspada/Yuni Naibaho

Pengurus MUI Kecamatan se Kota Medan Dikukuhkan

MEDAN (Waspada)
Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan se Kota Medan masa khidmat 2019-2024 dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta, Rabu (18/12) di kantor MUI Jalan Amaliun Medan.

Pengukuhan sekaligus pembinaan pengurus MUI kecamatan se Kota Medan ini, dilakukan setiap lima tahun sekali untuk menyamakan visi misi terhadap tugas, fungsi serta wewenang MUI dan perannya ditengah-tengah umat. Pembacaan surat keputusan (SK) Pengurus MUI kecamatan se Kota Medan oleh Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nasution.

Dalam kata sambutannya, Ketum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta, mengatakan, menjadi pengurus MUI ini adalah tugas mulia karena sebagai ulama merupakan pewaris nabi yang hanya takut pada Allah SWT.
"Orang yang takut pada Allah itu maka tidak akan pernah takut pada yang lain. Termasuk tidak takut kalau menjadi ketua atau pengurus MUI yang tidak ada honornya. Karena niatnya karena Allah SWT dan berfikir apa yang bisa diperbuat untuk umat," ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI kecamatan se Kota Medan yang telah dikukuhkan sebagai ketua dan sekretaris. Dan kemudian pengukuhan pengurus dimasing-masing kecamatan dalam dilakukan di daerah masing-masih agar pejabat dan masyarakat dapat mengenal pengurus MUI.
"Menjadi pengurus MUI itu berbeda dengan pengurus-pengurus lainnya karena menjadi ulama itu punya kriteria berbeda yakni sebagai pewaris nabi sehingga MUI dapat menjadi contoh tauladan umat. Pengurus MUI itu suka bermusyawarah, tidak suka ngotot-ngototan, menonjolkan diri dan membanting meja. Ulama itu mencontoh Rasulullah yang selalu di depan umatnya dengan sifat-sifat mulianya," papar Prof Hatta.

Untuk itu, dilanjutkannya, pengurus MUI harus dapat merebut kepercayaan umat sehingga umat mau bersama-sama dengan ulama. Meski menjadi orang yang dipercaya bukan hal yang mudah. "Ini lah tugas kita menjadikan orang-orang di MUI menjadi contoh tauladan ditengah masyarakat dengan membawa pesan-pesan Allah dan Rasul dengan bahasa agama," tegasnya.

Untuk susunan kepengurus kecamatan se Kota Medan yakni Deliman Siregar, SAg dan Zulkifli Damanik untuk Kecamatan Medan Kota, Hasanul Arifin, S.Ag dan H Zulkarnaen dari Kecamatan Medan Sunggal, H. Damri Tambunan, S.HI, S.Pd.I dan Ir. H. Rudi Zul Adha dari Medan Helvetia, Drs. H. Nurman Almy dan Hermansyah Medan Denai, Kecamatan Medan Barat yakni Tuah Aman, S.Ag. S.H., MH dan Abd Mutholib Daulay, Kecamatan Medan Deli yakni H. Syamsul Bahri dan H Nurtuah Tanjung, Kecamatan Medan Tuntungan yakni Drs. H. Arifinsyah dan Zahrul Ulum, S.T, Kecamatan Medan Belawan yakni Aswan Ramidi Rokan dan Ahmad, S.Ag., S.PdI, Kecamatan Medan Amplas yakni Badrin Rizaldi, S.Ag dan Mukhyaruddin Hasibuan, M.Pd.I, Kecamatan Medan Area yakni Drs. H. Muniruddin, MA dan Nasfi A. Rahman, S.E.

Kemudian Kecamatan Medan Johor yakni Dr. H. Ansari Parinduri, M. Ag dan Drs. Maudin Nasution, Kecamatan Medan Marelan yakni Drs. H. M. Nurdin Bahtiar dan Rasdi, S.Pd, Kecamatan Medan Labuhan yakni H Ahmad Faruni Madian dan Drs. Mahmud Al Husyairi. Kecamatan Medan Tembung yakni Drs H Amir Saleh Nasution dan Syarifuddin Umar, Kecamatan Maimun yakni H. Gulmat Nasution, S.PdI dan M. Amin Syah, M. PdI, Kecamatan Polonia yakni H. Hermansyah Putra, S.HI dan Kholid Ikhsan, S.Ag, Kecamatan Medan Baru yakni Drs. H. Nazaruddin Hasibuan dan Drs. Nasiruddin Saragih, Kecamatan Medan Perjuangan yakni Drs. A. Dairobi Butar Butar, MA dan Chairulsyah, S.Sos., M.Si.

Kecamatan Medan Petisah yakni Ahmad Mutaqqin, M.Pd dan Drs. H. Muchtar Lubis, Kecamatan Medan Timur yakni Drs. Dasuki Simangunsong dan Kusnan, S.HI., M.Ag, Kecamatan Medan Selayang yakni Drs. H. Kamaruddin Sagala dan Mahmud Hasan Nasution. (cyn)