MUI Medan Beri Penyuluhan Dakwah Lewat Tulisan

MUI MEDAN BERI PENYULUHAN DAKWAH LEWAT TULISAN

8 bulan 6 hari 7 jam 17 menit yang lalu 21 Okt 2020 Berita 382
Ket Gambar : Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta bersama narasumber lainnya di acara Kompetensi dakwah bil kitabah di masa pandemi covid 19 oleh Komisi Infokom MUI Kota Medan.

Masa pandemi covid 19 yang membuat aktivitas di luar rumah menjadi berkurang sebagai antisipasi penyebaran virus, tidak menjadi alasan untuk tetap menyebarkan kebaikan khususnya para dai dalam berdakwah. Pasalnya dakwah tidak hanya bisa disampaikan secara lisan, tapi juga dapat melalui tulisan dan disiarkan ke khalayak banyak.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta diacara Kompetensi dakwah bil kitabah di masa pandemi covid 19 oleh Komisi Infokom MUI Kota Medan, Rabu (21/10). Hadir sebagai narasumber lainnya Ketua Komisi Infokom MUI Medan, Drs H Legimin Syukri, MH dan Sekretaris Komisi Infokom MUI Medan, Rahmat Hidayat Nasution, Lc.

Dikatakan Prof Hatta, dakwah lewat tulisan itu sangat efektif dan sudah hampir banyak para ustadz merubah caranya berdakwah lewat media sosial (medsos) seperti youtube, instagram dan lainnya.
"Islam sebagai salah satu agama yang mengedepankan pola pendidikan untuk memodernkan umatnya dengan mendukung erat budaya baca. Jadi tuliskan lah isi pesan dakwah itu, agar semua umat Muslim dapat lebih mudah memahami maksud yang ingin disampaikan. Tulis semua pesan Allah, jangan menyampaikan kemungkaran atau hoax," ucapnya.

Dakwah melalui tulisan, kata Prof Hatta, dapat menjadikan seorang ulama abadi karena akan terus dibaca dan dipelajari umat meski dia sudah wafat. "Ulama-ulama terdahulu yang tersisa itu tulisannya saja. Dakwah tulisan itu akan menjadikan ulama abadi sampai hari kiamat," katanya.

Sementara Legimin Syukri memaparkan cara jitu menulis buku bertemakan dakwah yakni sebelum menulis sebaiknya mengetahui terlebih dahulu manfaat sebuah tulisan. "Pada kenyataannya sebuah tulisan dapat mengikat ilmu. Sedangkan manusia dengan segaka keterbatasanhya sering kali lupa dan salah. Jadi agar tidak lupa. Maka ikatlah ilmu dengan menulis dan mengamalkannya," kata Legimin.

Dakwah melalui tulisan, katanya harus dikembangkan. Selain dapat dibaca kapan saja, juga menjadi jariah dan dianjurkan bagi para juru dakwah agar menulis sebelum mati.
"Di masa pandemi ini, para pendakwah bisa menyampaikan pesannya kepada masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. Dan banyak materi-materi dakwah sebagai penyiar ajaran Islam dapat disampaikan melalui tulisan dan medsos," imbuhnya.

Rahmat Hidayat Nasution, perkembangan
era teknologi membawa nilai positif bagi penyebaran agama Islam di dunia khususnya di Indonesia. Sebab, berdakwah di Medsos sangat strategis sehingga metode dan teknik dakwah juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman. "Berdakwah dengan menggunakan media tulisan (dakwah bil-kitabah) akan menjangkau umat yang lebih banyak dan lebih luas termasuk umat yang berada di luar rumah ibadah, sehingga umat Islam yang tidak pernah beribadah ke masjid atau musholla akan mendapatkan pula dakwah Islam," tuturnya.