Dunia Casing

DUNIA CASING

1 tahun 2 bulan 3 minggu 6 hari 12 jam 13 menit yang lalu 20 Mei 2021 Artikel306

Dr. Salamuddin, MA

Chasing adalah kulit, baju, penutup bagian luar dan tampilan lahir yang tampak di permukaan.

Chasing bukan substansi apalagi eksistensi dari sesuatu tapi hanya penampakan yang melekat pada benda atau material.

Dikaitkan dengan dimensi pembentuk manusia, maka chasing adalah fisik serta pernak pernik yang melekat padanya.

Walau gagah, ganteng, tampan, cantik dan lain-lain sering memukau banyak manusia, tetapi sering dimaknai sekedar fisik, raga atau badan.

Cara pandang ini tidak mewakili semua sisi dimensi manusia yang tercipta dengan raga, jiwa dan ruh.

Mengingat fisik yang mudah tampak dan jadi pusat perhatian, maka banyak orang yang sibuk memperindah tampilannya.

Berbagai jenis perhiasan, pakaian dan pernak-pernik fisik diborong dan dipakai demi tampilan memukau dan mempesona.

Para penikmat chasing biasanya akan berlomba dapatkan yang terindah dan tercantik dari berbagai jenis chasing dan pernak-perniknya.

Karakter chasing (fisik) tidak abadi. Luntur seiring waktu dan tinggal tatkala munculnya yang baru.

Suatu saat chasing akan ditinggalkan dan dilupakan dan para penikmatnya beralih kepada yang lebih menggoda dan up to date.

Ibarat minum air laut, semakin diminum semakin haus, begitulah penikmat chasing, makin dinikmati makin penasaran dan inginkan yang terbaru dan terkini.

Mereka yang bermain dan 'berhenti' hanya pada chasing akan menemui kekecewaan. Chasing tidak akan pernah memuaskan apalagi membahagiakan.

Dunia material yang berkembang saat ini diilustrasikan seperti dunia 'chasing' yang melupakan hakikat manusia.

Karakter dunia chasing biasanya 'buas', 'angkuh', 'sombong', 'hipokrit' 'Pantang Tak Top/PTT', 'rancak di labuah' dan sebagainya.

Aktualisasi chasing diri akan dipertontonkan dan dihalo-halokan setiap saat demi dapatkan apresiasi dan sering melecehkan orang lain yang chasingnya hanya 'apa adanya'.

Pemburu chasing juga akan terperdaya oleh dunia yang serba mengecewakan dan fatamorgana. Ternyata chasing-chasing itu tidak memuaskan bahkan memuakkan.

Benar bahwa penampilan (casing) itu penting, tapi substansi jauh lebih urgen. Ungkapan "Libasuka yukrimuka qablal julus" (pakaian (casing) membuatmu mulia sebelum tampil) menemukan urgensinya saat setara dengan kemampuan, kualitas dan kapasitas pemiliknya.

Kemuliaan dan keindahan hakiki terletak pada penampilan 'apa adanya' karena menunjukkan nilai kejujuran personal dan ketulusan individual.

Karenanya jangan tertipu dengan chasing!!!

Waspadalah!!!!

Chasing-chasing mengintaimu!