Abu Bakar Bicara Kunci Bahagia

ABU BAKAR BICARA KUNCI BAHAGIA

1 bulan 2 minggu 2 hari 23 jam 8 menit yang lalu 18 Jun 2021 Artikel95
Ket Gambar :

Abu Bakar bertutur, “Ada tiga hal yang tidak tercapai dengan tiga hal. Pertama, kaya tidak dapat dicapai dengan khalayan. Kedua, keremajaan tidak dapat dicapai dengan disemir. Ketiga, sehat tidak dapat dicapai dengan obat-obatan semata.”

Apa yang dapat kita pahami dari ucapan Abu Bakar ini? Ucapan tersebut bukan semata-mata bicara kaya, bicara masa muda dan bicara masalah sehat semata. Ucapan ayah Aisyah tersebut menceritakan langkah-langkah yang dilakukan agar bisa meraih kebahagiaan dan keberhasilan. Kenapa menilainya seperti itu? Banyak orang yang ingin berkhayal menjadi kaya, banyak orang yang ingin kembali ke masa lalunya, dan banyak orang yang ingin secara instan ketika suntik vaksin maka tidak berpotensi terkena covid-19. Intinya, banyak yang ingin kejadian hidupnya se-instan minum obat seperti ditelevisi, langsung berubah sehat. 

Abu Bakar menjelaskan ada tiga kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Pertama, kaya tidak dapat dicapai dengan khayalan. Membayangkan keberhasilan yang ingin dicapai adalah sesuatu hal yang boleh. Tapi, jika hanya membayangkan atau berkhayal saja tanpa ada action atau tindakan adalah hal yang tidak boleh. Sebab dalam Islam dianjurkan buat kita untuk berusaha. Manusia dinilai berdasarkan usahanya. Malah manusia dinilai berdosa, setelah dia melakukan perbuatan atau usaha yang haram.

Karena itu, Abu Bakar mengingatkan kita untuk bertindak atau action. Apa pun yang menjadi cita-cita kita harus dilakukan dengan usaha. Tak bisa hanya dengan berkhayal saja. Islam sangat melarang kita panjang angan-angan atau cita-cita terlalu tinggi tanpa ada actionnya. Kaya yang dimaksud bukan sekedar memiliki harta yang banyak. Kaya, dalam ucapan Abu Bakar tersebut, adalah simbol keberhasilan. Tak akan pernah tercapai apa yang diinginkan, jika hanya dilakukan dengan berkhayal. Begitulah makna luas dari ucapan pertama Abu Bakar tersebut.

Kedua, keremajaan tidak dapat dicapai dengan disemir. Abu Bakar mengajarkan jangan pernah berpikir tentang masa lalu untuk tetap terus meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Kata remaja dengan disemir adalah konotasi terhadap orang yang gemar mengeluhkan keadaannya saat ini sehingga selalu berkata, “kenapa tidak bisa seperti dulu?”. Dulu, jualannya laris manis, tapi sekarang tidak bisa seperti itu lagi. Setiap kali ketemu dengan orang lain, keluhannya tak lepas dari seputar masalah betapa susahnya saat ini tidak seperti dulu. Ia selalu menceritakan keberhasilan-keberhasilannya di masa lalu. Ini adalah perbuatan sia-sia. Sebab tak akan pernah merubah keadaan. Mau disemir seperti apa pun kejadian di masa lalu dengan diceritakan ke orang-orang, tetap saja keremajaan atau keberhasilan yang pernah diraih tak akan kembali lagi.

Ini adalah hal yang umum terjadi di masyarakat. Ketika kita ketemu orang-orang yang lebih tua kerap dia berharap kehidupannya seperti di masa lalunya yang bahagia. Ketika kita ketemu dengan orang-orang muda kerap berharap dengan kehidupan di masa lalunya beberapa tahun sebelumnya yang bahagia. Di saat dia masih dibiayai oleh orang tuanya atau di saat orang tuanya masih hidup, apa pun yang diinginkannya pasti dikasi. Padahal, saat ini, disemir seperti apa pun ceritanya tetap saja tak akan pernah kembali kebahagiaan tersebut.

Ketiga, sehat tidak dapat dicapai dengan obat-obatan semata. Apakah Abu Bakar hanya bicara masalah sehat saja? Jawabannya, tidak. Abu Bakar sedang mengingatkan kita bahwa untuk bisa sehat, kita juga butuh yang memberikan kesehatan. Yaitu, Allah. Mau se-paten apa pun obat yang diminum, tetap saja jika Allah belum berikan kesembuhan dan kesehatan tak akan pernah terjadi kesembuhan dan kesehatan.

Makna luas dari ucapan Abu Bakar tersebut adalah, jika Allah belum berkehendak agar kita bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan, maka apa yang diinginkan tak akan terjadi. Mau usaha seperti apa pun, jika Allah belum berkehendak tak akan bisa meraih keberhasilan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, dibutuhkan ilmu tauhid dalam kehidupan ini. Apa yang dilakukan manusia tak begitu besar memberikan pengaruh, jika Allah tidak mengizinkannya.

Makanya di dunia ini dibutuhkan sekali kedekatan dengan Allah SWT. Tujuannya, agar kita tidak gampang putus asa dan tidak gampang sombong. Dikatakan tidak gampang putus asa sebab mengetahui bahwa yang disuruh oleh Allah adalah berusaha. Untuk tahu kapan berhasil atau tidaknya, hanya Allah SWT yang tahu. Dikatakan tidak gampang sombong lantaran tahu bahwa keberhasilan yang diraih bukan sebab usaha yang dilakukan, tapi karena kasih sayang yang diberikan Allah SWT.

Sungguh luar biasa penilaian Abu Bakar tentang meraih keberhasilan dan kebahagiaan. Kita tak akan bisa selamanya bahagia dan sukses, jika hanya kebanyakan mengkhayal. Kita tidak akan bisa selalu bahagia dan sukses, jika hanya selalu mengingat apa saja yang dirasakan indah di masa lalu. Dan kita tidak bakal bisa berhasil dan bahagia hanya dengan mengandalkan usaha-usaha yang dilakukan. Kita butuh Allah SWT untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. 

Karena itu, peganglah ucapan Abu Bakar ini jika tak ingin kecewa. Isilah hari-hari kita dengan terus berusaha, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebab Allah SWT menyuruh kita untuk mempersiapkan kehidupan kita di masa akan datang. Dia tidak pernah menyuruh kita untuk mengingat masa lalu, sekalipun gemilang. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjadi pribadi yang optimis. Pribadi yang tak gampang menyerah, apalagi sampai menyalahkan Allah atas kejadian terburuk atau yang tidak disenangi terjadi pada diri kita. Semoga kita selalu bahagia dan sukses.

H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc 

Ketua Komisi Informatika dan Komunikasi MUI Kota Medan