MUI Medan Ingatkan Umat Perhatikan Produk Halal

MUI MEDAN INGATKAN UMAT PERHATIKAN PRODUK HALAL

5 hari 5 jam 5 menit yang lalu 11 Okt 2021 Berita 12
Ket Gambar : Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg saat membuka acara Penyuluhan Tentang Kesadaran Panganan Halal Pada Masyarakat di Kota Medan Oleh LPH Khadimul Ummah MUI Kota Medan, Sabtu (9/10).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan terus mengingatkan umat untuk memperhatikan kehalalan produk yang digunakannya halal zat dan sifatnya baik higienis.

Selain itu, kepada seluruh produsen untuk memberi jaminan halal guna melindungi konsumen dari unsur yang tidak halal dan diproduksi dengan cara halal serta beretika.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg saat membuka dan sebagai narasumber di acara Penyuluhan Tentang Kesadaran Panganan Halal Pada Masyarakat di Kota Medan Oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Khadimul Ummah MUI Kota Medan, Sabtu (9/10) di aula kantor MUI Kota Medan.

Hadir juga narasumber lainnya Direktur LPH Khadimul Ummah MUI Medan, dr H Hasanul Arifin SpAn KAP KIC dan Anggota LPH Khadimul Ummah MUI, Fahry Riswal Manurung. Dengan sebelumnya laporan panitia oleh Sekretaris LPH Khadimul Ummah MUI Kota Medan, Apt. Drs. H. Fathur Rahman Harun, M.Si.

Dikatakan Hasan Matsum, kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan halal itu terus-menerus harus dilakukan agar kepedulian tentang mengkonsumsi pangan halal itu semakin tinggi, dengan melihat logo sertifikat halal saat membeli suatu produk.

“Jadi ini menjadi bagian yang terinternalisasi dalam kesadaran masyarakat muslim di Kota Medan. Maka kita terus menerus melakukan penyuluhan dan imbauan kepada masyarakat muslim khsuusnya di Kota Medan untuk pentingnya peduli terhadap kehalalan suatu produk,” ucapnya.

Hasan Matsum juga mengingatkan pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi halal produknya yang memiliki dua fungsi untuk memuaskan konsumen yang peduli akan jaminan halal sebuah produk, dan keunggulan bersaing.

“Indonesia memiliki peluang yang besar sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia, karena permintaan produk halal oleh konsumen muslim global mengalami peningkatan setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara dr Hasanul Arifin menyatakan, kajian kehalalan makanan bukan merupakan masalah dan isu agama, akan tetapi menjadi trend global. “Makanan halal menurut Islam itu halal pada zatnya, pengadaannya dan halal proses pengolahannya,” ucap dr Hasanul.

Fahry Riswal Manurung, menjelaskan, titik kritis keharaman produk pangan dengan pemeriksaan bahan baku, pemeriksaan lokasi dan proses produksi, pengawasan produksi dan pasca produksi.

Untuk proses sertifikasi halal menurut UU Jaminan Produk Halal yaitu, pengajuan sertifikat halal oleh pelaku usaha ke BPJPH, kemudian penetapan LPH, pemeriksaan dan pengujian, penetapan kehalalan produk, penerbitan sertifikat halal, pencantuman label halal, pembauran sertifikat halal dan pengawasan.