MUI Medan Imbau Umat Perkuat Ukhuwah Dimasa Pandemi Covid 19

MUI MEDAN IMBAU UMAT PERKUAT UKHUWAH DIMASA PANDEMI COVID 19

1 bulan 1 minggu 1 hari 4 jam 10 menit yang lalu 20 Okt 2020 Berita 26
Ket Gambar : Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohammad Hatta bersama narasumber lainnya di acara Penyuluhan penguatan nilai-nilai ukhuwah dalam keseharian masyarakat Islam Kota Medan dimasa pandemi covid 19, yang digelar Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Kota Medan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengimbau umat untuk memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia) ditengah pandemi covid 19. Dengan semangat ukhuwah tersebut, diharapkan bangsa Indonesia mampu melewati ujian berat ini.

Hal itu dikatakan Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohammad Hatta sebagai narasumber di acara Penyuluhan penguatan nilai-nilai ukhuwah dalam keseharian masyarakat Islam Kota Medan dimasa pandemi covid 19, yang digelar Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Kota Medan, Rabu (15/10) siang.

Hadir juga sebagai narasumber Ketua dan Sekretarias Komisi Ukhuwah dan Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Kota Medan, Drs. H. Burhanuddin Damanik, MA dan Drs H Ahmad Suhaimi MA.

" Pandemi covid-19, jangan dijadikan alasan untuk tidak melakukan sebuah kemajuan," ucap Prof Hatta.

Menurutnya, situasi pandemi dapat menjadi ajang pembuktian bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki rasa persaudaraan yang kuat, baik itu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah maupun ukhuwah basyariyah.

"Ukhuwah merupakan jati diri umat Islam dan dapat membawa umat Islam kepada solidaritas dan kerjasama untuk membangun peradaban guna menampilkan umat Islam sebagai umat berkemajuan," katanya.

Dikatakan Prof Hatta, dalam Islam Mesjid adalah simbol peradaban Islam dan juga simbol ukhuwah, sehingga diperlukan penguatannya harus dimulai dari mesjid, dan berlangsung di mesjid.

Burhanuddin Damanik dalam materinya penyelenggaraan Ibadah dalam situasi wabah covid 19, menyatakan, pandemi covid 19 telah berdampak kepada terganggunya sistem kehidupan masyarakat termasuk tatanan kehidupan dan Ibadah umat Islam.
 
"Rusaknya nilai- nilai ukhuwah dan silaturahim dengan terbatasnya saling mengunjungi diantara sesama, padahal kebiasaan baik itu sangat akrab dengan kehidupan umat Islam. Yakni saling berbagi dalam suka maupun duka, tolong-menolong dan selalu dalam kebersamaan," ucapnya.

Sementara Ahmad Suhaimi mengatakan, diperlukan pemahaman Islam Wasathiyah dalam mengatasi sebaran wabah covid 19 yakni
suatu sikap yang menuntut pelakunya paling tidak untuk melakukan dua hal, yaitu pengetahuan dan menahan emosi.

"Untuk sikap wasathiyah dalam mengatasi sebaran virus tersebut, yakni senantiasa meminta perlindungan kepada Allah, ikhtiar dengan melakukan pencegahan, dan bertawakkal kepada Allah," tuturnya.