Dai Diminta Berdakwah Tingkatkan Kesadaran Umat Patuhi Prokes Covid 19

DAI DIMINTA BERDAKWAH TINGKATKAN KESADARAN UMAT PATUHI PROKES COVID 19

1 bulan 1 minggu 1 hari 5 jam 21 menit yang lalu 20 Okt 2020 Berita 25
Ket Gambar : Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nasution beserta narasumber lainnya di acara Penyuluhan menyusun konsep dakwah masa pandemi covid 19 oleh Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan.

Para da'i di Kota Medan untuk terus mengingatkan umat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran covid 19 dalam setiap isi dakwahnya. Bahkan materi dakwah juga harus disampaikan melalui media digital yang sudah berkembang saat ini dan dinilai mampu membawakan dampak bagi masyarakat pada umumnya.


"Seiring dengan berkembangnya teknologi di era digital, maka harus pula berkembang juga cara penyampaian dakwah tersebut. Jadi para da'i dapat memanfaatkan media digital ini khususnya untuk terus menyadarkan umat mematuhi Prokes covid 19," ujar Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr Syukri Albani Nasution di acara Penyuluhan menyusun konsep dakwah masa pandemi covid 19 oleh Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan, Kamis (15/10).

Hadir juga sebagai narasumber Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Medan, KH Zulfikar Hajar, Lc dan Sekretaris Komisi Dakwah MUI Medan Drs Zulkarnaen Sitanggang, MA.

Dikatakan Syukri, peran digital dizaman ini membawakan efek atau dampak bagi masyarakat yakni dampak positif dan negatif. Sehingga dakwah sangat cocok untuk dikembangkan agar menjadi lebih menarik, sehingga para khalayak tidak merasa jenuh dan bosan.

"Jadi para da'i dapat memanfaatkan perkembangan digitalisasi ini dengan memanfaatkan gadget dalam berdakwah. Untuk materi dakwah yang disampaikan bisa seputar covid 19 sehingga kita secara tidak langsung membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid 19 dengan mengingatkan umat menerapkan 3 M yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan," ucapnya.

Menurutnya, media sosial (Medsos) sangat cocok digunakan sebagai media dakwah atau pun menyampaikan ajaran Islam. Jadi ilmu yang para da'i miliki bisa dilihat dan dibaca oleh semua orang yang berada di seluruh penjuru dunia.
"Untuk berjuang di jalan Allah terasa lebih mudah dengan tulisan – tulisan yang kita buat. Dengan mengajak dan menyerukan informasi berbentuk tulisan melalui media sosial termasuk salah satu ibadah yang baik dan akan mendapatkan pahala dari Allah Swt," katanya.

KH Zulfikar Hajar dalam materinya menjalin silaturahmi dan ukhuwah dimasa pandemi covid 19, meminta, hubungan silaturahmi atau persaudaran tidak boleh terputus meski menerapkan prokes covid 19.
"Silaturahmi tidak harus bertemu secara langsung atau kumpul-kumpul. Tapi bisa tetap dilakukan dengan saling berkomunikasi melalui media sosial, telepon, sehingga prokol kesehatan physical distancing tetap terjadi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona," ucapnya.

Sementara Zulkarnaen Sitanggang menyatakan, meski situasi pandemi covid 19 belum diketahui kapan berakhirnya dalam pandangan para ahli kesehatan, namun diharapkan umat terus kepada meneguhkan /Istiqomah kepada Allah swt untuk melaksanakan segala apa yang diperintahkan Nya.
"Karena bisa saja situasi covid 19 sebagai ujian dari Allah serta ada hikmah dibalik ini semua,  seyogyanya umat manusia tidak lalai atas perintah Nya. Serta terus beriktiar agar pandemi covid 19 berakhir dengan mematuhi protokol kesehatan apa yang dianjurkan oleh pemerintah," pungkasnya.