MUI Kota Medan Minta Guru Islam Tingkatkan Kualitas Mengajar Ditengah Pandemi Covid 19

MUI KOTA MEDAN MINTA GURU ISLAM TINGKATKAN KUALITAS MENGAJAR DITENGAH PANDEMI COVID 19

1 bulan 1 minggu 1 hari 5 jam 19 menit yang lalu 20 Okt 2020 Berita 29
Ket Gambar : Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohd Hatta saat menjadi narasumber di acara Seminar dampak dan strategj pendidikan agama Islam pada masa pandemi covid 18 oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kota Medan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta para guru dan pengelola sekolah Islam terus meningkatkan kualitas pendidikan ditengah pandemi covid 19. Sebab, sistem belajar mengajar yang harus dilakukan daring (dalam jaringan) internet, jangan menjadikan siswa ketinggalan pelajarannya.

Hal ini dikatakan Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof Dr Mohammad Hatta sebagai narasumber diacara Seminar dampak dan strategj pendidikan agama Islam pada masa pandemi covid 18 oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kota Medan, Sabtu (17/10). Hadir juga sebagai narasumber lainnya, Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum M Ag dan Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kota Medan, Pamonoran Siregar, M.PdI.

Dikatakan Prof Hatta, pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba dihadapan Khaliq-nya. Dan seorang guru merupakan orang terpilih untuk memberi ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.
"Islam memperhatikan peran guru, dan Allah akan mengangkat martabat orang yang beriman dan berilmu. Maka posisi guru sangat mulia disisi Allah untuk meningkatkan manusia dengan iman dan kualitas pendidikan terbaik," ucapnya.

Sementara kondisi pandemi covid 19 ini, lanjut Prof Hatta, guru Islam harus melek teknologi. Karena betapa pentingnya pendidikan dan pengelola sekolah untuk menemukan ditengah covid 19 dalam kaitannya meningkatkan kualitas pendidikan. "Untuk itu kita tidak hanya bisa melihat apa yang terjadi, tapi apa yang bisa dilakukan untuk menemukan solusi dari persoalan itu. Situasi sekarang menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk mengisi kembali tentang teori-teori yang telah dibuat para ahli sebagai dasar ilmu guru yakni Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik," ucap Prof Hatta.

Sementara Dr Hasan Matsum menyatakan, pandemi covid 19 yang terjadi hampir seluruh dunia tentu berdampak pada aktivitas kehidupan sosial terlebih lagi aktivitas yang membutuhkan interaksi secara fisik antar satu orang dengan lainnya. Diantaraya adalah kegiatan belajar mengajar. "Demi terhindar dari penularan virus corona, aktivitas belajar mengajar yang selama ini dilaksanakan secara klasikal di sekolah/madrasah terpaksa dilakukan secara daring (online). Tentunya perubahan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 ini menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap pendidikan agama Islam sebagaimana juga materi pendidikan lainnya," kata Hasan.

Diakuinya, kegiatan yang dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh dengan mengandalkan teknologi internet, bukan suatu hal mudah karena tidak direncanakan dari awal. Namun kenyataannya situasi menuntut hal ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan.

"Ada dampak negatifnya karena kurang persiapan dan perencanaan yang baik akibat bencana yang datang tiba-tiba. Tapi untuk dampak positifnya, menjadi persiapan proses pembelajaran masa depan. Cepat atau lambat akan terjadi perubahan di bidang pendidikan khususnya dalam sistem dan metode pembelajaran yang semakin dipengaruhi  oleh perkembangan teknologi," katanya.

Sedangkan Pamonoran Siregar dalam materinya memaparkan, prinsip pembelajaran dimasa darurat agar mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. "Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karima, membangun kemauan dan motivasi dalam belajar dan bekerja dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran," tuturnya.