Kurban tapi Terpaksa

KURBAN TAPI TERPAKSA

2 tahun 8 bulan 19 jam 2 menit yang lalu 26 Jun 2021 Tanya Jawab 1394
Ket Gambar :

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, 

Saya bekerja di instansi perintah. Untuk menjaga gengsi terhadap satker lain, kami para staf diwajibkan berkurban oleh pimpinan kami. Padahal secara pribadi saya lebih suka berkurban di lingkungan rumah saya. Sedangkan beberapa teman saya justru ada yang masih berat untuk berkurban tahun ini karena ada kebutuhan lain dan karena memang sudah berkurban tahun sebelumnya. Sah kah kurban yang terpaksa oleh pimpinan? 

(Wawan, Kutawaringin, Kab Bandung)

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudara yang baik hati. Semoga Allah memberi kelembutan hati sehingga mudah bagi kita untuk melaksanakan perintah dan larangan Allah. Amin. 

Ditanyakan kepada kami apakah sah kurban seseorang yang dipaksa oleh pimpinannya. Perlu diketahui bahwa berkurban sah hukumnya jika telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengannya. Adapun terkait niat/motivasi, tentu yang mesti dijaga oleh orang yang berkurban adalah melaksanakan ibadah kurban semata-mata karena menaati perintah Allah. Terkadang dalam melaksanakan suatu ibadah memang dibutuhkan pendorong (atau dalam bahasa lain mungkin paksaaan). Paksaan itu bisa datang dari mana saja, mungkin dari dalam diri sendiri atau dari orang lain. Memaksa diri untuk melakukan ibadah bukanlah perbuatan tercela, dengan syarat tidak sampai menjatuhkan dirinya atau orang lain ke dalam kerusakan atau kebinasaan. Oleh karena itu, meski dipaksa oleh pimpinan tetap harus dijaga niat berkurbannya itu tetap semata-mata karena menaati perintah Allah. Jika ini dilanggar, maka dikhawatirkan pahala kurbannya tidak akan didapatkan meski kurban itu sah.

Terkait dengan program instansi saudara, ada baiknya sikap kita adalah berhusnuzzon (baik sangka). Sehingga tidak perlu mengaitkannya dengan gengsi atau yang lainnya. Sikap ini akan lebih mendamaikan hati kita. Atau Saudara bisa bermusyawarah bersama pimpinan, menyampaikan pertimbangan-pertimbangan secara arif bijaksana. Jika yang terbaik dari musyawarah tersebut adalah berkurban melalui instansi maka sebaiknya ditaati karena Islam mengajarkan kepada kita untuk menaati keputusan bersama.

Sebagai penutup dari jawaban ini, perlu juga kami sarankan kepada para pimpinan instansi untuk bermusyawarah dalam mewujudkan kurban di instansinya, dan mempertimbangkan bahwa pegawainya juga hidup di lingkungan rumahnya, dan sebagainya. Wallahu a’lam.