MUI Medan Gelar Sosialisasi Penguatan Kompetensi Bilal Jenazah

MUI MEDAN GELAR SOSIALISASI PENGUATAN KOMPETENSI BILAL JENAZAH

1 bulan 2 minggu 5 jam 41 menit yang lalu 18 Okt 2021 Berita 82
Ket Gambar : Ketua Umum MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum beserta narasumber dan peserta di acara Sosialisasi Penguatan Kompetensi Bilal Jenazah

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan melalui Komisi Sosial Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat dan Bencana MUI Kota Medan melakukan sosialisasi penguatan kompetensi bilal jenazah khususnya dalam menangani jenazah bermasalah salahsatunya yang terpapar virus corona, Sabtu (16/10) di aula kantor MUI Kota Medan.  

Acara sosialisasi Penyelenggaraan Fardhu Kifayah Jenazah Terpapar Covid 19 tersebut menghadirkan sebagai narasumber Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg, Ketua Komisi Sosial Lingkungan Hidup, Kesehatan Masyarakat dan Bencana MUI Kota Medan, Drs Zulkarnaen Sitanggang, MA dan Ahli Forensic RSU Dr Pirngadi Medan, Prof Dr Amar Singh, dengan peserta bilal se Kota Medan. Acara dibuka oleh ketua panitia Drs Zulparmam, MA. 

Dalam paparannya, Hasan Matsum mengatakan, dalam penguatan kompetensi bilal jenazah ini sangat perlu juga mensosialisasikan fatwa MUI Pusat nomor 18 tahun 2020, tentang Pedoman Penanganan Jenazah Covid-19. Dimana fatwa sudah jelas memberi arahan bagaimana bilal jenazah secara prosedural menangani jenazah yang terpapar covid 19. 

"Sosialisasi ini terus dilakukan dan disampaikan kepada para bilal, karena ilmu yang dimiliki bilal masih normatif dengan kondisi yang lalu. Sedangkan covid 19 merupakan kasus baru sehingga butuh penanganan yang baru juga. Fatwa MUI sudah dengan sebenarnya mengatur tata cara penanganan jenazah covid 19, namun banyak masyarakat tidak membaca isi fatwa sehingga terjadi kesalahpahaman," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu juga, Hasan Matsum meminta masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan covid 19, meski angka kasus sudah menurun dan Kota Medan sudah memasuki PPKM level II. 

"Prokes 6 M harus tetap diikuti, agar Indonesia bebas dari covid 19 dan kehidupan berjalan normal kembali," harapnya. 

Zulkarnaen Sitanggang dalam materinya menyatakan, selama ini terjadi problematika keluarga jenazah terpapar covid 19. Yakni dari harus beradaptasi dengan Prokes mayat tidak bisa dilihat, tidak bisa dishalatkan oleh keluarga, tidak dapat ziarah terakhir. Bahkan ketika penguburan ada dugaan mayat tertukar, saat penguburan jenazah tidak menghadap kiblat dan ada juga jenazah yang dijemput paksa oleh keluarga. 

"Kasus-kasus itu terjadi ditengah masyarakat. Dan kita telah terus melakukan upaya bimbingan terhadap keluarga. DP MUI bekerjasama dengan Gugus Tugas mencari solusi dengan keluarga tetap dapat berziarah di tempat penguburan dengan Prokes ketat dan peti jenazah diarahkan ke kiblat. Serta juga memberi bimbingan psikologi agama secara berkala," ungkapnya. 

Sementara Prof Dr Amar Sing, memaparkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4834/2021 tentang Protokol Penatalaksanaan Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Serta juga mempraktekkan penanganan jenazah covid 19 di rumah sakit hingga proses penguburan.