MUI Kota Medan Terus Ajak Dakwah Melalui Tulisan

MUI KOTA MEDAN TERUS AJAK DAKWAH MELALUI TULISAN

2 minggu 3 hari 6 jam 16 menit yang lalu 14 Nov 2021 Berita 42
Ket Gambar : Para narasumber, dan peserta di acara seminar kemampuan dakwah bil kitabah atau dakwah melalui tulisan, Sabtu (3/11) di aula kantor MUI Kota Medan Jalan Amaliun Medan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, melalui Komisi Informatika dan Komunikasi (Infokom) MUI Kota Medan menggelar seminar kemampuan dakwah bil kitabah atau dakwah melalui tulisan, Sabtu (3/11) di Aula Kantor MUI Kota Medan Jalan Amaliun.

Acara menghadirikan narasumber Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Medan, Prof Dr M Hatta, Sekretaris Komisi Infokom MUI Medan, Sugiatmo MA dan Anggota Komisi Infokom MUI Medan, Rahma Widayanti Mandasari.

Sebelumnya, acara seminar dibuka Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Drs Burhanuddin Damanik, MA.

Hadir sebagai peserta mahasiswa, pelajar dan pengurus BKM di Kota Medan serta pengurus Komisi Infokom MUI Kota Medan, Sri Wahyuni Naibaho, Suaif Rizal, SPd, I, Putra Perwira, M Kom, M Akhyar Hidayat Nst, Irham Azmi, SPdI dan Qori Hasibuan, SPdI.

Dalam laporannya, Ketua Komisi Infokom MUI Kota Medan, Rahmat Hidayat Nasution, LC, mengatakan, kegiatan seminar kemampuan dakwah bil kitabah ini merupakan kelanjutan dari kegiatan dakwah bil kitabah yang dilaksanakan tahun lalu.

Namun kali ini, kegiatan dakwah bil kitabah menyusaikan dengan kondisi saat ini. Yaitu, dimana saat ini banyak masyarakat yang membuat podcast.

“Karena itu, dalam seminar ini Komisi Infokom merasa perlu untuk menjelaskan bahwa dakwah bil kitabah punya hubungan erat dengan podcast. Tujuannya, agar memberi informasi yang bermanfaat untuk masyarakat sehingga tidak sia-sia menonton podcast yang diadakan. Makanya, komisi Infokom MUI Medan mengundang narasumber yang kompeten di bidang tersebut,” katanya.

Prof Hatta dalam materinya menjelaskan upaya pengembangan media dakwah dengan teknologi informatika diperlukan kemampuan, keterampilan dan ketertiban.

Dakwah lewat tulisan itu sangat efektif dan sudah hampir banyak para ustaz merubah caranya berdakwah lewat media sosial (medsos) seperti youtube, instagram dan lainnya.

“Islam sebagai salah satu agama yang mengedepankan pola pendidikan untuk memodernkan umatnya dengan mendukung erat budaya baca. Jadi tuliskan lah isi pesan dakwah itu, agar semua umat Muslim dapat lebih mudah memahami maksud yang ingin disampaikan. Tulis semua pesan Allah, jangan menyampaikan kemungkaran atau hoax,” ucapnya.

 

Dakwah melalui tulisan, kata Prof Hatta, dapat menjadikan seorang ulama abadi karena akan terus dibaca dan dipelajari umat meski dia sudah wafat. “Ulama-ulama terdahulu yang tersisa itu tulisannya saja. Dakwah tulisan itu akan menjadikan ulama abadi sampai hari kiamat,” katanya.

 

Dalam materinya Dakwah digital lewat media sosial, Rahma menyatakan, pendakwah itu influencer yakni mengajak orang untuk berbuat kebaikan sesuai perintah Allah SWT. Tapi tidak memaksa orang harus berubah total seketika. “Pendakwah bisa bekerjasama dengan jurnalis, praktisi media, selebritas dan sesama influencer,” ucapnya.

Sedangkan Sugiatmo, MA dalam materinya Teknik Meracik Konten Podcast, mengajak dakwah melalui tulisan di medsos seperti Podcast yaitu rekaman diskusi berbentuk audio yang membahas suatu topik tertentu.

 

“Kelebihan podcast paling utama adalah file audio ini bisa didengarkan kapan saja dan dimana saja. Tinggal mengunduh podcast yang ingin didengarkan. Podcast banyak digemari karena sifatnya yang on demand, tidak terbatas jam tayang dan jam siaran,” tuturnya.